Sabtu, 10 November 2012

ANATOMI DAUN,BUNGA,BUAH dan BIJI

DAUN (FOLIUM)
Histologi daun:
  1. Epidermis
  2. Mesofil
                a. palisadeà jaringan tiang
                b. Sponsà Jaringan bunga karang
  1. Sistim jaringan pembuluh
       a. sistem tulang sejajar (monokotil)
                b. Sistem jaringan daun jala (dikotil)
                -percabangan ahir disebut    aerolus
                -berkas pembuluh kecil yang terdapat dalam mesofil tersusun membentuk seludang pembuluh
                -pada banyak dikotil, seludang pembuluh dihubungkan dengan panel sel disebut: perluasan seludang pembuluh
Anatomi daun :
- Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.
   - Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis
- Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
- Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
- Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis. Kemudian stoma aka mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.

Perkembangan daun
  1. Pembentukan bakal daun
  2. Pertumbuhan daun memanjang dan melebar
  3. Perkembangan mesofil
  4. Perkembangan jaringan pembuluh
Keragaman dalam pola perkembangan daun
Ex:    1. pada bawang bombay, dasar daun yang mengelilingi batang membentuk bagian yang berwarna putih
                2. pada acasia, perkembangan anak daun dapat berkurang dan sisa daun yang terdiri dari tangkai daun beserta sebagian lamina berkembang menjadi alat pipih seperti daun disebut filodium
                3. pada iris, pertumbuhan hanya kearah radial, namun jika daun berbentuk silinder maka terjadi perluasankearah lebar, daun menjadi tebal
                4. pada daun kelapa, helai daun terbagi menjadi anak daun, anak daun berkembang pada rakis sebagai dua panel marginal yang menghadap keapek batang

Absisi daun
Yaitu pemisahan aktif daun dari cabanng tanpa meninggalkan luka.Terjadi dekat dasar tangkai daun (zona absisi). Pemisahan diawali pembelahan sel dan sel mebesar, pembesaran tersebut meransang  kekuatan untuk merobek lapisan pemisah, degradasi dinding sel yang menyebabkan pemisahan fisik yaitu hilangnya lamel tengah, hilangnya calsium,dan rusaknya unsur tersklerifikasi
Keragaman struktur daun
  1. Berdasarkan ketersediaan air
                a. xerofit
                b. mesofit
                c. hidrofit
        2.   Kekhasan daun beberapa dikotil               
                                                Pada mimosa tangkai dan anak tangkai daun memiliki bagian yang menebal, disebut    pulpinus, yang dapat menyebabkan gerak tidur anak daun. Pulpinus biasanya banyak parenkim dan permukaannya berkeriput.
  1. Struktur daun rumput-rumputan
                -terdiri dari helai dan pelepah yang menyelubungi batang
                -Mesofil pada umumnya tidak menunjukkan jaringan tiang danspons
                -epidermis sering banyak mengandung macam sel
                -sel penutup stomata berasosiasi dengan sel disampingnya
                -terdapat sel silika, sel gabus dan sel rambut
  1. Anatomi kranz dan fotosintesis C4
5.   Daun Gymnospermae
                -daun tetap bewarna hijau, walaupun dalam kondisi kering menguntungkan
                -pertumbuhan daun bersifat xeromorf


 


BUNGA (FLOS)
Merupakan alat reproduksi pd angiospermae. Bunga atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik).

Fungsi bunga 
Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Bagian-bagian bunga dan jaringan penyusunnya
  1. Periantium (perhiasan bunya): kaliks dan korolla
                Jaringan penyusunnya:
                a. epidermis
                b. mesofil
                c. berkas pengangkut
                d. stomata
                e. rambut
2.   Stamen (antera dan filamen)
                a. antera: epidermis, endotesium, tapetum,
                b. serbuk sari: dinding intin dan eksin
                c. filamen: struktur sangat sederhana, terdapat berkas pengangkut
           yang berahir dikonektivum
  1. Ginesium (ovarium, stilus, stigma)
                a. ovarium: dinding bakal buah, ruang bakal buah, bakal biji, berkas
           pembuluh.
                b. Stilus , dapat berongga atau padat: jaringan dasar, parenkim, berkas pembuluh
                c. Stigma: menghasilkan sekretà agar serbuk sari berkecambah.
Gametogenesis

  1. Mikrosporogenesis (proses pembentukan spora), terjadi dikepala sari
       Sel sporogen bermitosis berkali-kalliàsel induk mikri sporaàmiosis 1,menghasilkan 2 sel haploidàmiosis 2, menghasilkan 4 mikro spora berkelompok jadi 1àkariogenesis menhasilkan 4 sel masing-masing punya 2 inti (inti vegetatif&inti generatif), kemudian inti generatif membelah lagi sehingga 1 serbuk sari punya 3 inti.
  1. Mega sporogenesis, terjadi dalam bakal buahàkandung lembaga.
                Sel sporogen bermitosisà sel induk mega sporaàmiosis 1,menghasilkan 2 sel haploidà miosis 2, menghasilkan 4 mega spora (3 degenerasi), yang 1 mengalami mitosis 3x tanpa pembelahan plasmaà 8 inti dalam 1 sel (kandung lembaga muda), dilapi integumen/kulit, diujung ada liang (mikrofil) sebagai jalan masuk serbuk sari. Mega gametofità kandung lembaga yang sudah siap dibuahi.


Setelah terjadi pembuahan:
  1. bakal buah à buah
  2. Bakal biji à biji
  3. Zygot dalam biji à embrio
Pengelompokan buah berdasarkan histologi dinding buah:
  1. Buah kering
  2. Buah berdaging
Dinding buah (perikarp):
  1. Eksokarp/epikarpà kulit luar
  2. Mesokarpà daging buah
  3. Endokarpà bagian dalam
  4. Buah kering
                a. buah kering membuka contoh: leguminosae , buah kedelai
                eksokarp: epidermis, hipodermis
                mesokarp: parenkim
                endokarp:  lapisan sklerenkim, epidermis dalam.
      b. Buah kering tak membuka contoh: buah padi-padian, buah gandum.
                perikarp dari luar kedalam: epidermis luar dilapisi kutikula, parenkim 1 lapisan/lebih sebagian tertekan, parenkim sebagian rusak, sel silang  yang memanjang dalam arah melintang terhadap sumbu buah, dan sisa epidermis dalam.
2    Buah berdaging
                a.  Buah dengan kulit yang jelas, contoh buah jeruk
                eksokarp/ flavedo (jaringan kuning) terdiri atas: epidermis luar dengan kutikula, parenkim sub epidermal berisi kelenjer minyak, dan sel berkreistal
                Mesokarp/ albedo (jaringan putih) terdiri atas: parenkim beruang antar sel, dan ikatan pembuluh
                Endokarp, terdiri: epidermis dalam, parenkim yang rapar selnya
                sekat antara lokulusàperluasan endokarp dan mesokarp.

               b. Buah tanpa kulit yang jelas contoh: tomat
Bagian yang berdaging terdiri atas: perikarp, sekat, plasenta yang besar.
-menjelang masak jaringan plasenta berdegradasià lendir
-perubahan warna sewaktu proes pemasakanà transformasi kloroplas menjadi kromoplas.


BIJI
Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan.
Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.

Biji yang sudah masak terdiri atas:
  1. embrio,
  2. endosperm,
  3. kulit bijià dibentuk oleh dinding bakal biji dan integumennya.
Embrio jagung: skutelum, apek pucuk, apek akar
Endosperm berisi: karbohidrat, protein,llipid
Perkembanngan embrio:
Sel zygot punya polaritas sehingga ada dua ujung yang berbeda
Zigot membelah transpersal & longitudinal àembrio proper &suspensorà membelah lagi jadi proembrioà globularà heartà torpedoà embrio sempurna.
Perkecambahan: pertumbuhan embrio yang dimulai kembali setelah penyerapan air.

Struktur Anatomi Biji
Keterangan struktur anatomi biji, yaitu :
a.Kulit biji          : terletak di bagian luar biji dan melapisi seluruh bagian biji.
b.Hipokotil         : bagian bawah aksis (pangkal) yang melekat pada kotiledon.
c.Radikula          : bagian terminal (ujung).
d.Epikotil           : bagian atas pangkal.
e.Plumula           : bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang daun.
f.Kotiledon        : bagian cadangan makanan






DAFTAR PUSTAKA

http://junwarhp18biologi.blogspot.com/2011/04/struktur-anatomi-biji.html.  Diakses 10 Juli 2012 pukul 12.30 WIB
http://2.bp.blogspot.com/flower_anatomy.jpg. Diakses 10 Juli 2012 pukul
12.30 WIB
http://www.geochembio.com/IMG/apple-fruit-anatomy.png. Diakses 10 Juli 2012 pukul 12.30 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar